
Vuvuzela bekerja dengan hanya memungkinkan setiap pengguna untuk meninggalkan pesan kepada pengguna lain di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Maksud dari lokasi yang ditentukan adalah alamat memori pada server yang terkoneksi dengan internet. Tidak hanya itu, untuk setiap lalu-lintas data, Vuvuzela akan menambahkan beberapa lapis lalu-lintas informasi palsu untuk membingungkan pihak lawan.
Analogi Sistem Kerja Vuvuzela
Vuvuzela bekerja dengan sistem kerja berbasis kriptografi. Kriptografi berasal dari dua kata; kripto dan grafi. Kripto dalam bahasa Yunani artinya menyembunyikan, sedangkan grafi artinya tulisan. Kriptografi dalam dunia ilmu pengetahuan berarti segala ilmu tentang teknik-teknik matematika yang berkaitan dengan kerahasiaan informasi.
Para peneliti MIT memberikan analogi sederhana tentang bagaimana Vuvuzela bekerja. Mereka mengasumsikan hanya ada 3 pengguna; Alice, Bob, dan Charlie. Alice dan Bob ingin saling bertukar pesan teks namun mereka tidak ingin aktifitas mereka dilacak. Jika Alice dan Bob mengirim pesan ke server dan Charlie tidak, maka peretas atau pelacak akan dapat dengan menyimpulkan bahwa Alice dan Bob berkomunikasi, nah Vuvuzela akan memastikan semua pengguna mengirimkan pesan ke server tidak peduli pesan mereka mengandung informasi atau tidak.

Bagaimana jika peretas mampu menyusup ke server Vuvuzela? Tentu pihak peretas mampu melihat bahwa pesan Charlie diarahkan ke satu alamat, dan pesan Alice dan Bob diarahkan ke satu alamat yang lain dan dengan demikian, pihak peretas mengetahui siapakah yang sebenarnya saling mengirimkan pesan teks. Para ilmuwan sudah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan tiga server, alih-alih menggunakan satu server. Setiap pesan yang dikirim melalui sistem akan “dibungkus” dalam tiga lapisan enkripsi data. Jadi semisal pesan Alice tiba lebih dahulu dari pesan Bob dan Charlie pada server pertama, maka pada server kedua, urutan pesan yang diterima akan berubah; misal Bob-Alice-Charlie atau Charlie-Alice-Bob. Pada intinya, walau musuh mampu menyusup ke dalam server Vuvuzela, mereka tidak mampu mengidentifikasi urutan pesan yang masuk dan dengan begitu tidak mampu menentukan pihak mana saja yang sedang melakukan komunikasi online.
Sistem ini mampu memberikan manfaat pada instansi-instansi yang mengolah data-data rahasia yang akan sangat berbahaya jika diketahui musuh atau teroris. Namun bagaimanapun, sebuah teknologi akan selalu menjadi pedang bermata dua yang dapat mendatangkan keuntungan dan kerugian tergantung dari siapa penggunanya.
Credit: Science Daily, Wikipedia: Node Networking, Wikipedia: Tor.
![1031685353 [37898]](http://artikel-teknologi.com/wp-content/uploads/2015/12/1031685353-37898.jpg)






![Serbuk-Besi-Menari-3 [81317]](http://artikel-teknologi.com/wp-content/uploads/2015/12/Serbuk-Besi-Menari-3-81317.jpg)





