Saturday, January 2, 2016

Rahasia Kesehatan Buah Naga Yang Harus Anda Tahu


Pitaya lebih sering disebut sebagai buah naga biasanya berwarna merah gelap, meskipun beberapa jenis buah ini berwarna merah muda atau kuning. Kulit buah naga adalah kulit tipis. Kulit buah naga ditutupi sisik, dan buah naga terdiri dari merah atau putih dan rasanya manis. Buah naga pun akhir-akhir ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Buah naga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, dan karena buah naga adalah buah alami maka akan menyediakan Anda nutrisi dengan keseimbangan yang kaya nutrisi. Kandungan vitamin C dalam buah naga pun mudah diserap oleh tubuh.

Seperti yang dikutip dalam thealthbenefitsof.com menyebutkan buah naga merupakan buah yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan dalam buah naga membantu Anda untuk mencegah bahaya radikal bebas yang menyebabkan kanker. Kandungan antioksidan dalam buah naga benar-benar tak dapat ditandingi dengan pil atau suplemen lainnya.

Buah naga juga kaya akan serat. Serat makanan merupakan faktor nutrisi penting untuk semua orang dari muda sampai tua, dan cara terbaik untuk mendapatkan serat makanan adalah dengan makan buah-buahan dan sayuran termasuk buah-buahan seperti buah naga. Seperti yang mungkin Anda harapkan, seperti buah-buahan, buah naga memiliki banyak serat makanan dengan hampir 1g serat per 100g buah naga segar. Tentu saja, jumlah serat makanan dalam buah naga yang dikeringkan pada gram untuk setiap gram jauh lebih tinggi dari jumlah serat makanan dalam buah naga sebagai buah segar.

Semoga bermanfaat.

Gangguan Mata akibat Keseringan Main "Gadget"

Salah satu gangguan mata yang paling umum dialami orang modern adalah mata kering dan terasa panas akibat penggunaan gadget yang terlalu sering. Maklum saja, gadget kini sudah menjadi barang wajib yang tak boleh lepas sedikit pun dari genggaman. 

Terlalu lama menggunakan gadget juga akan membuat mata menjadi lelah, pandangan kabur, mata terasa tidak nyaman, merah, dan gangguan penglihatan lainnya. Menurut dr.Ikhasan Revino, spesialis mata dari klinik mata SMEC, gangguan pada mata juga bisa berpengaruh pada kondisi tubuh secara umum.

"Mata yang digunakan untuk melihat gadget seperti komputer, smartphone atau tablet dalam waktu lama dan tanpa istirahat dapat membuat mata lelah sehingga cepat mengantuk. Ini juga akan menyebabkan sakit kepala dan berpengaruh pula terhadap hormon-hormon yang mengatur kekebalan tubuh," kata Ikhsan di Jakarta (16/10/14).

Efek buruk penggunana gadget yang terlalu sering ini bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak, terlebih gadget kini sudah menjadi "mainan" anak. "Jika tidak dites, mata yang kita anggap normal ternyata sudah rusak," katanya. 

Ditambahkan oleh dr. D.A.N Canara Sari, Sp.M, memakai gadget dalam waktu lama dan jarak dekat bisa berpengaruh terhadap fokus pada jarak dekat dan menyebabkan mata minus. "Biasanya orang tua telat mengajak anaknya ke dokter setelah ada masalah di mata mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, kebanyakan pasien anak-anak yang ditanganinya mengalami miopia atau rabun jauh. Gejala yang perlu diwaspadai orangtua adalah anak terlihat suka mengedipkan mata terus-menerus, jadi sering duduk terlalu dekat saat menonton televisi, membaca buku terlalu dekat, dan lain sebagainya. (Eva Erviana)

sumber:health.kompas.com

Gangguan Mata yang Sering Dialami Anak

Mata yang sehat adalah modal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, indera penglihatan ini tak luput dari gangguan, termasuk pada anak-anak. 

Kenali apa saja gangguan mata yang bisa dialami si kecil. Sebagian besar bisa dideteksi lewat pemeriksaan mata rutin di usia prasekolah. 

- Amblyopia (mata malas)

"Mata malas" adalah gangguan penglihatan yang sering diderita anak. Kondisi ini sering tak disadari karena mata tampak normal. Gangguan ini sebaiknya diatasi sebelum anak usia sekolah.

Penyebab utama mata malas adalah perbedaan fokus antara salah satu mata yang sangat mencolok. Misalnya satu mata minus tinggi sedang mata lain normal. Jika tidak ditangani kondisi ini akan menyebabkan gangguan penglihatan permanen karena otak lambat laun mengabaikan sinyal dari mata yang mengalami refraksi.

- Strabismus (juling)

Strabismus adalah ketidaksamaan kedua bola mata melihat satu titik yang sama. Jika salah satu mata tampak sangat juling besar kemungkinan amblyopia juga terjadi di sana. Dengan deteksi dini, penglihatan bisa diperbaiki, baik dengan operasi atau kacamata khusus.

- Penyimpangan bias (refractive errors)
Kondisi ini akan menyebabkan gambar tampak buram. Penyimpangan bias juga bisa memicu amblyopia. Pada anak-anak yang paling sering adalah ketidakmampuan melihat objek yang jauh (myopia). 

- Retinoblastoma
Ini merupakan tumor yang sering muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Tumor ini akan menyebabkan kebutaan dan gejala putih di pupil.

- Infatil katarakPada bayi baru lahir bisa juga terjadi katarak yang akan menyebabkan penglihatannya tampak berkabut.

- Glaukoma kongenital

Kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya diturunkan. Glaukoma kongenital terjadi karena perkembangan yang belum sempurna kanal air mata pada janin. Dengan pengobatan dan operasi gangguan tersebut bisa diatasi. 

- Gangguan penglihatan lain yang membutuhkan penanganan segera adalah retinopati prematur yang dialami bayi yang lahir prematur.

sumber: health.kompas.com

Basmi Racun yang Menumpuk Dalam Usus Anda dengan Biji Pepaya

Tak banyak yang tahu bahwa biji pepaya yang biasa kita buang, ternyata punya segudang manfaat. Salah-satunya, untuk menyingkirkan racun-racun yang menumpuk di usus dan liver kita.

Penelitian menunjukkan, racun bisa menumpuk hingga seberat delapan kilogram dalam usus kita. Ekstrak biji pepaya bahkan mampu melindungi ginjal dari racun yang memicu problem gagal ginjal.

Biji pepaya juga mampu membunuh parasit dalam bersarang dalam pencernaan. Dokter Wahyu Triasmara, dalam Club Diet Sehat bersama dr. Wahyu Triasmara - DrW, menjelaskan, bijipepaya juga mengandung zat antikolesterol yang hebat.
Mengkonsumsi biji buah pepaya juga bermanfaat sebagai antioksidan dalam darah. Ini teruji dalam penelitian mengenai jus biji buah pepaya, secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan LDL (lipoprotein densitas rendah), serta meningkatkan kadar HDL.

Ekstrak biji pepaya ini memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponi anthraquinones, dan anthocyanosides. Dengan adanya kandungan ekstrak tersebut, biji pepaya ini mempunyai efek hipolipidemia dan antioksidan dalam darah yang luar biasa.
Efek hipolipidemia ini, sangat berguna bagi terapi alternatif hiperlipidemia yang disebabkan adanya lemak nabati atau kolesterol dalam jumlah terlalu tinggi.

Adapun, saponin yang ada dalam biji pepaya, bermanfaat untuk menurunkan aktifitas kolesterol serum seperti aksi resin, yaitu dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik asam empedu.

“Melalui penghambatan reaksi oksidasi kolesterol LDL ini maka dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan Fitokimia memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Sementara Flavonoid merupakan antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas," jelasnya.

Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengkonsumsi biji pepaya yang menyehatkan itu? Ada dua cara. Pertama, biji pepaya itu diblender dan disajikan seperti kita membuat jus.

Kedua, dengan mengeringkannya, dan meblendernya, sebelum kemudian menyeduhnya seperti kita menyeduh kopi.

Untuk cara kedua, begini langkah yang harus dilakukan:
1. Cuci biji pepaya, lantas jemur 2-3 hari.
2. Setelah kering, blender/tumbuk biji pepaya tersebut hingga jadi serbuk.
3. Ambil satu sendok teh serbuk dan campur dengan satu gelas air hangat. Bisa dicampurkan dengan madu atau sedikit gula agar rasanya lebih nikmat. (Atau bisa dibuat Jus langsung campur daging buah pepaya dengan bijinya dan minum 1-2 gelas jus bijipepaya tersebut setiap hari).

"Buktikan dalam 14 hari pencernaan anda makin sehat tubuh makin bugar. Saya dan keluarga sudah mencobanya, orang tua saya yang sebelumnya kolesterol 270, dalam 10 hari menjadi 170. Pasien saya pun telah menerapkan metode ini. Aman dan alami…," pungkas dokter Wahyu.

Sumber: http://jabar.tribunnews.com

Selamat datang MEA

Selamat datang MEA
Ilustrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (linkedin.com)
Pekerja harus mengantisipasi dengan memiliki kompetensi yang bisa diserap oleh lapangan kerja."
Jakarta (ANTARA News) - Para pemimpin Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hampir dua dekade lalu sepakat membentuk pasar tunggal di kawasannya pada akhir 2015, yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Mereka sepakat, agar daya saing Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) meningkat sekaligus bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi.

Pembentukan pasar tunggal yang berlaku mulai Januari 2016 ini memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara yang sepakat dalam ASEAN Economic Community (AEC) atau MEA sehingga kompetisi akan makin ketat.

MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara dan akuntan.

Selain itu, MEA juga membuka arus bebas investasi dan arus bebas modal di kawasan yang merupakan kekuatan ekonomi ketiga terbesar setelah Jepang dan Tiongkok.

Bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), memasuki era MEA itu artinya peningkatkan kemampuan untuk berkompetisi menghadapi persaingan, dan menjadi hal penting.

Presiden berharap masyarakat tidak takut terhadap persaingan.

Sebenarnya, Presiden Jokowi menilai, hampir semua kepala negara di ASEAN ketika bertemu dirinya justru mengkhawatirkan negara mereka kebanjiran produk dari Indonesia. Mereka beranggapan, justru Indonesia yang diuntungkan dalam penerapan MEA.

ASEAN beranggotakan 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Untuk menyambut MEA, Presiden menyebutkan bahwa infrastruktur menjadi fokus pemerintah dan telah disiapkan anggaran sebesar Rp313 triliun untuk pembangunannya.

Sementara itu, ada beberapa catatan yang patut dicermati pada era MEA, antara lain berdasarkan laporan Indeks Kinerja Logistik 2014, Indonesia menempati posisi 53 dengan nilai rata-rata 3,08, sementara negara tetangga, Singapura berada di peringkat lima, Malaysia di posisi 25, Thailand di peringkat 35 dan Vietnam di peringkat 48.

Selain itu, laporan peringkat daya saing Indonesia 2015-2016 sebagaimana dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia (FED) pada September 2015 menyebutkan bahwa Indonesia pada laporan yang dilakukan terhadap 140 negara itu berada di posisi 37 dunia dengan nilai 4,52 atau turun tiga peringkat dibanding tahun lalu.

Singapura berada di posisi dua dengan nilai 5,68, Malaysia di posisi 18 dengan nilai 5,23, dan Thailand�di peringkat 32 dengan nilai 4,64.

Sementara itu, Filipina dan Vietnam masing-masing di posisi 47 dan 56 dengan nilai masing-masingn 4,39 dan 4,30.

Ada 113 indikator yang digunakan FED untuk mengukur produktivitas suatu negara di antaranya adalah infrastruktur, inovasi dan lingkungan makro ekonomi.

Siapkan diri

Indonesia sebenarnya telah menyiapkan diri dalam memasuki era MEA. Meski masih ada sejumlah catatan perbaikan dari berbagai kalangan demi meraih kemenangan dalam persaingan.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar, Rossalis Rusman Adenan, menyoroti 12 sektor prioritas barang dan jasa dalam menghadapi MEA, empat di antaranya bergerak dalam bidang jasa. Dua di antara empat sektor jasa yang memainkan peran penting yakni logistik dan perhubungan udara.

Pemerintah yang dengan semangat menjadikan negara sebagai poros maritim dunia, telah mencanangkan program Tol laut dalam rangka menekan biaya logistik yang ini masih di kisaran 25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk mempercepat upaya menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dengan mengurangi disparitas harga di wilayah Barat dan Timur, maka tiga dari enam trayek tol laut dimulai sejak 4 November 2015.

Berkaitan dengan industri penerbangan, Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (Inaca) M. Arif Wibowo menilai, jika bea masuk komponen pesawat dibebaskan, maka akan menambah ruang untuk biaya operasional, sehingga menciptakan layanan jasa penerbangan yang lebih kompetitif.

Arif, yang juga Direktur Utama Garuda Indonesia (anggota Sky Team), secara umum maskapai nasional siap menghadapi MEA, baik dari segi bisnis, sumber daya manusia, operasional, finansial dan pelayanan, terlebih dalam momentum yang bersamaan dengan kebijakan keterbukaan penerbangan kawasan Asia Tenggara (ASEAN Open Sky).

Adapun Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby Gafur Umar mengatakan, setidak-tidaknya ada tiga sektor yang perlu dipacu secara sungguh-sungguh dalam menghadapi persaingan, yakni konstruksi, infrastruktur dan manufaktur.

Selain itu, dikemukakannya, pada sisi regulasi yang harus disederhanakan.

Berkaitan dengan koperasi serta usaha kecil dan menengah (UKM), Asisten Deputi Urusan Kebijakan Pendidikan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM Rully Nuryanto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan pelaku KUKM sendirian menghadapi MEA.

Pihaknya akan terus mendampingi KUKM dengan berbagai program dan pelatihan misalnya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi pelaku UKM.

"Kami butuh dukungan masyarakat, terutama KUKM sebagai penunjang kekuatan ekonomi Indonesia yang berarti bahwa KUKM adalah pahlawan perekonomian kita," katanya.

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) Suroto mengatakan, tetap diperlukan aturan khusus semacam undang-undang untuk UKM sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Tanpa adanya aturan itu, menurut dia, sama saja Indonesia menganut ekonomi pasar bebas yang tidak memberikan keberpihakan apapun kepada rakyatnya.

Di sektor pariwisata, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy mengatakan, pemerintah bukan hanya perlu melakukan promosi secara besar-besaran, menyediakan produk yang diinginkan oleh wisatawan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang terampil, hingga menjamin tersedianya prasarana dan sarana.

Peran pemerintah dalam pembangunan pariwisata tidak hanya membuat regulasi, memfasilitasi, tetapi juga mengintervensi jika dianggap sangat perlu.

Berkaitan dengan ketenagakerjaan, Kepala Seksi Organisasi Pekerja Kementerian Ketenagakerjaan Fritz Simon mengatakan bahwa MEA harus dipandang sebagai peluang yang harus dihadapi. MEA sudah tidak bisa lagi.

Simon mengemukakan bahwa pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus aktif meningkatkan peran dan fungsi masing-masing. Karena itu, diperlukan komunikasi dan dialog untuk saling memperkuat.

Sedangkan, Direktur Dewan Serikat Pekerja Karyawan Sektor Jasa ASEAN (ASETUC) Kun Wardana Abyoto mengatakan, globalisasi dan MEA tidak bisa dihindari sehingga pekerja di Indonesia harus mempersiapkan diri.

"Pekerja harus mengantisipasi dengan memiliki kompetensi yang bisa diserap oleh lapangan kerja. Kita tidak tahu dalam dua atau tiga tahun ke depan, kondisi pekerjaan kita masih sama atau tidak," katanya.

Selain pelaksanaan MEA, Kun menilai, perkembangan teknologi yang pesat juga harus dipertimbangkan pekerja agar tidak kehilangan pekerjaan karena kompetensi yang tidak meningkat.

Salah satu perkembangan teknologi yang terjadi adalah adanya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotisasi di berbagai bidang pekerjaan yang bisa menggantikan peran pekerja manusia.

Siap tidak siap, era MEA sudah tiba. Hasil peningkatan efisiensi, daya saing, nilai tambah, dan juga produktivitas dari beragam kinerja perekonomian di berbagai daerah di Tanah Air akan diuji mulai awal tahun ini. (*)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Indonesia berambisi jadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara

Indonesia berambisi jadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara
Pemerintah Indonesia berambisi untuk menjadi negara terbesar di Asia Tenggara di bidang ekonomi digital.

Pemerintah menjadikan sektor ini sebagai salah satu kontributor utama dalam perekonomian nasional pada tahun 2020 mendatang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meluncurkan program untuk menciptakan 1000 teknopreneur atau wirausaha yang berbasis teknologi, hingga tahun 2020.

Untuk itulah Menkominfo Rudiantara secara khusus meminta bantuan kepada pendiri Google Sergey Brin.

Keduanya melakukan pertemuan khusus di kantor kementerian di Jakarta.

Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo dan Rudiantara ke markas Google di Silicon Valey, Amerika Serikat pada bulan Oktober 2015 lalu.

Selain program 1000 teknopreneur, Rudiantara juga menjelaskan tentang peta jalan (road map) perdagangan elektronik atau e-dagang yang saat ini juga tengah berkembang sangat pesat di Indonesia.

Menteri yang akrab disapa Chief RA itu menargetkan kontribusi e-dagang bisa menyentuh angka 130 miliar dollar AS pada tahun 2020. Road map ini nantinya akan dijadikan rujukan buat kementerian dan lembaga terkait.

Menanggapi paparan dari Menteri Rudiantara, Sergey Brin mengatakan pihaknya sangat mendukung semua program teknologi digital dari pemerintah Indonesia.

Untuk itu ia akan menambah target program pengembangan teknopreneur di Indonesia sehingga membantu terciptanya 1000 startup yang berkualitas dan kompetitif.

Khusus untuk teknopreneur Indonesia yang sudah berhasil saat ini, termasuk aplikasi terkait transportasi tengah jadi buah bibir seperti Go-Jek, Brin sangat mengapresiasi hal tersebut dan malah mendorong mereka untuk membawa aplikasinya ke tingkat global.

Dalam kesempatan itu, Rudiantara juga meminta Google untuk membantu Indonesia, tidak hanya dari sisi aplikasi dan network, namun juga dari sisi device atau peralatan komunikasinya.

Rudiantara ingin agar masyarakat Indonesia bisa membeli handset smartphone yang sangat murah, salah satunya dengan memanfaatkan platform Android One buatan Google.

Google sendiri sangat antusias memberikan bantuan kepada Indonesia agar bisa menciptakan smartphone murah, yang tentunya jadi awal bagi terciptanya generasi yang melek teknologi digital.

Selain soal ekonomi digital, keduanya juga membicarakan perkembangan soal Google Loon Project atau Balon Google.

Kominfo membeberkan beberapa hal terkait aspek teknis yang diperlukan temasuk kebutuhan spektrum frekuensi untuk backhaul.

Program ini jadi salah satu fokus Kominfo karena dianggap bisa memberikan solusi akses komunikasi atau internet kepada wilayah rural.

Senada dengan Rudiantara, Sergey Brin juga mengatakan bahwa Balon Google akan sangat cocok buat Indonesia karena kondisi geografisnya yang terdiri dari ribuan pulau. Loon, kata Brin, bisa menjangkau luas area permukaan dengan diameter mencapai 80 km.

Kominfo memastikan proyek Google Loon ini akan diujicobakan selama tahun 2016, bekerjasama dengan tiga operator terbesar Indonesia di pita frekuensi 900 MHz yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Kominfo sudah mengidentifikasi beberapa lokasi di daerah rural untuk disediakan solusi layanan 4G Broadband menggunakan solusi Google Loon ini.

Nantinya daerah-daerah pedesaan terpencil, perbatasan, maupun wilayah pantai, pulau-pulau dan kawasan laut, akan dijadikan target khusus penyebaran Google Loon ini.

Dengan Google Loon masyarakat di daerah tersebut bisa mendapatkan konektivitas broadband 4G yang memadai dan terjangkau.

Google Loon adalah solusi karena jika memakai metode konvensional memakai tower terrestrial, hal tersebut sulit dilaksanakan karena tidak mungkin memasang tower di laut.

Handset 4G yang digunakan adalah handset yang sudah ada di pasaran. Google menegaskan akan mendukung penuh proyek Google Loon ini seraya memastikan bahwa mereka tidak akan pernah dan memang tidak ingin menjadi operator baru di Indonesia.

Brin mengatakan bahwa Google hanya sebagai penyedia teknologi tower dan BTS di angkasa tersebut.

Selain itu, dibahas juga soal Google Fiber Project. Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia akan serius menata Fixed Broadband pada tahun 2016.

Kominfo telah mempelajari inisiatif Google Fiber di mana terjadi kerjasama yang sangat baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah di Amerika Serikat dan penyelenggara TIK termasuk Google.

Kerjasama itu dibangun atas dasar prinsip-prinsip open access, non discriminatory, partisipasi semua stakeholder, kemudahan "right of ways" serta manfaat layanan Fixed Broadband bagi masyarakat setempat.

Kominfo ingin mempelajari model kerjasama seperti Google Fiber tersebut untuk dapat dijadikan salah satu referensi percepatan pembangunan Fixed Broadband di Indonesia.

Tim PIKP-Kemenkominfo /twitter @GPRIndonesia
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Timur Tengah pasar nontradisional potensial bagi Indonesia

Timur Tengah pasar nontradisional potensial bagi Indonesia
Sejumlah pekerja mengepak sarung di industri sarung Asaputex, Tegal, Jawa Tengah pada foto 22 Mei 2015. Sarung tersebut diekspor ke Timur Tengah namun dihentikan ke negara-negara konflik Timur Tengah seperti Yaman dan Suriah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta (ANTARA News) - Konfigurasi baru di Timur Tengah sulit diramalkan karena konflik-konflik berkecamuk dalam beberapa tahun terakhir belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan stabil.

Masyarakat internasional sangat mencemaskan perkembangan-perkembangan dramatis di kawasan itu yang menimbulkan kerusakan-kerusakan di sebagian besar negara, jumlah korban yang meninggal dan luka-luka, peningkatan jumlah pengungsi sebagai tragedi kemanusiaan. Selain itu, mimpi Palestina merdeka dari Israel masih harus menempuh jalan panjang.

Indonesia memandang Timur Tengah sebagai kawasan paling penting bagi kerbijakan luar negerinya. Sesuai dengan mandat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan prioritas-prioritas kebijakan luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, setidaknya ada empat dimensi kepentingan nasional Indonesia di Timur Tengah.

Pertama, menghapus kolonialisme dan memelihara perdamaian dan stabilitas dunia; kedua, untuk mengoptimalkan hubungan ekonomi Indonesia; ketiga, untuk melindungi warga negara Indonesia di kawasan itu; keempat, untuk mengantisipasi dan menyelesaikan penyebaran terorisme global dari kelompok-kelompok radikal yang muncul di Timur Tengah.

"Kendati situasi politik yang tidak menentu, Timur Tengah adalah salah satu kawasan yang memiliki potensi ekonomi sangat besar," kata Duta Besar Salman Al Farisi, penjabat Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI dalam sebuah forum yang diadakan badan itu, baru-baru ini.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Pusat Kajian Asia Pasifik dan Timur Tengah Hery Sarifudin, dia mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di negara-negara Timur Tengah berlangsung cepat karena sebagian besar besar merupakan pengekspor minyak dan gas.

Menurut dia, Timur Tengah telah menjadi mesin ekonomi dunia dan pasar potensial bagi produk-produk dunia serta sumber wisatawan internasional dan investasi asing.

Berdasarkan data tahun 2014, jumlah penduduk di kawasan itu mencapai 373.110.000 jiwa dengan sekitar 45 juta tinggal di Teluk. Sebagian besar negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara merupakan importir makanan. Kawasan itu juga memiliki tingkat konsumsi domestik relatif tinggi.

Khusus hubungan Indonesia dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Indonesia mengekspor ke kawasan itu, antara lain otomotif, furnitur, kertas, karet, daging, ikan, dan makan laut, besi dan baja, peralatan elektronik, sayuran dan buah-buahan, serta produk pertanian, sedangkan impor utamanya dari GCC ialah minyak dan gas, bahan kimia organik, produk peternakan, karpet, kurma, dan lemak hewani.

"Invetasi GCC di Indonesia relatif masih kecil dibanding negara-negara, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura," kata Bahris Paseng, Deputi Asisten Kerja Sama Ekonomi Timur Tengah dan Afrika dan Eropa, Kementerian Koordinator Urusan Ekonomi.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab pada tanggal 11 sampai dengan 15 September mencerminkan salah satu tonggak penting dalam diplomasi ekonomi Indonesia di Timur Tengah dan menunjukkan pandangan Indonesia mengenai pentingnya Timur Tengah sebagai pasar nontradisional yang potensial.

Inilah lawatan pertama Presiden Jokowi ke Timur Tengah dalam tahun pertama masa jabatanya.

"Dalam kunjungan itu Presiden Joko Widodo menyatakan komitmen untuk mengunjungi Timur Tenegah tiap tahun," kata Duta Besar Nurul Aulia, Direktur Urusan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Menyusul kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir mengungjungi Indonesia pada bulan Oktober. Inilah lawatan pertama seorang menteri luar negeri Saudi ke Indonesia dalam 40 tahun.

Kunjungan itu diikuti oleh lawatan para pemimpin perusahaan minyak dan gas Saudi, Aramco, ke Indonesia. Perseroan Terbatas (PT) Pertamina dan Saudi Aramco membuat kesepakatan awal kerja sama sektor energi dengan kontrak investasi senilai lima miliar dolar AS setara dengan Rp68,5 triliun.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi dari Timur Tengah di Indonesia sejak 2010 hingga semester pertama 2015 mencapai 440 juta dolar AS di luar sektor hilir gas dan minyak serta finansial.

"Invetasi itu mencakup 235 proyek dan menyerap lebih 6.000 tenaga kerja," kata Dubes Nurul Aulia.

Menurut dia, realisasi investasi dari negara-negara Timur Tengah di Indonesia dalam lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 49 persen per tahun. Angka ini masih jauh dari potensi kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Timur tengah.

Para investor Timur Tengah, kata dia, biasanya lebih suka proyek yang sepenuhnya sudah dirumuskan dan direncanakan untuk investasi dan mereka biasanya tidak siap untuk menerima produk-produk mentah.

"Masalahnya ialah mereka biasa ingin memperoleh keuntungan secepat mungkin, sementara skim kita seperti dalam sektor perminyakan dan infrastruktur, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk meraih keuntungan," katanya.

Akibatnya, relatif banyak kesepakatan awal ditandatangani, tetapi mereka kemudian mengakhiri kontrak karena terlalu lama menunggu untuk memetik hasil.

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tanam kapsul waktu untuk 70 tahun mendatang

Tanam kapsul waktu untuk 70 tahun mendatang
Impian Indonesia 2015--2018 dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) disimpan dalam kapsul waktu yang ditanam di Merauke, Rabu. (ANTARA)
... dengan lompatan kita akan mencapai kemajuan lebih besar."
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah tak hanya menggiatkan gerakan penanaman satu miliar pohon untuk memastikan kelestarian alam negeri ini, tetapi juga untuk pertama kalinya melakukan kegiatan menanam kapsul waktu (time capsule) berisi daftar impian bangsa Indonesia untuk 70 tahun ke depan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan rangkuman Mimpi Indonesia 2085 yang terdiri atas tujuh butir impian masa depan Indonesia yang disimpan dalam kapsul waktu dan akan dibuka tahun 2085.

Kapsul waktu itu ditanam Jokowi di Lapangan Hapsana Sai Merauke, Papua, Rabu (30/12).

Penanaman kapsul waktu pada 2015 atau saat bangsa dan negara Republik Indonesia berusia 70 tahun itu berisi tujuh butir wajah Indonesia masa depan pada 70 tahun mendatang atau 2085.

Dua pelajar kelas VI dari SD Hati Kudus Merauke, Lois Ferdinand Kombombiran dan Laher Fabiola Ogilin, membacakan tujuh butir Mimpi Indonesia 2085 didampingi oleh Presiden Jokowi.

Tujuh butir Mimpi Indonesia 2085 itu, pertama sumber daya manusia Indonesia yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. Kedua, masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Ketiga, Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi dan peradaban dunia.

Keempat, masyarakat dan aparatur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi. Kelima, terbangunnya infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Keenam, Indonesia menjadi negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Ketujuh, Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Kapsul waktu yang berbentuk tabung silinder yang ditanam Presiden Jokowi di Merauke itu sebelumnya telah melewati perjalanan ekpedisi ke berbagai kota di seluruh provinsi di Indonesia dari Sabang (Aceh) hingga Merauke (Papua) selama tiga bulan sejak dilepas perjalanannya oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada 17 September 2015 di Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno, Jakarta.

Prakarsa tersebut dilakukan oleh Panitia Nasional 70 Tahun RI yang diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara sehingga menjadi momentum yang tepat, yakni pada saat bangsa dan negara Indonesia berusia 70 tahun, memiliki impian masa depan Indonesia pada 70 tahun ke masa depan.

Di Merauke yang menjadi tempat menanam dan menyimpan kapsul waktu itu juga dibangun monumen.

"Mimpi dan harapan ini dirangkai dari Sabang sampai Merauke, mimpi ini harus diperjuangkan, bukan hanya di Jakarta, tapi seluruh daerah di Indonesia," kata Pratikno.

Mensesneg berharap, semoga bangsa Indonesia melakukan lompatan yang cepat sehingga bisa lebih maju dibanding negara lain.

"Sekarang barang kali kita terlambat, tapi dengan lompatan kita akan mencapai kemajuan lebih besar," katanya.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka, Nick Nurochman, mengatakan bahwa Ekspedisi Kapsul Waktu Indonesia Raya Melintasi Waktu 2015--2085 merupakan bagian dari Gerakan Ayo Kerja yang dicanangkan Presiden Jokowi di Titik Nol Pulau Sabang pada 10 Maret 2015.

Sepanjang perjalanan ekspedisi 96 hari, kapsul waktu itu menyapa, mendengarkan, menampung dan mengumpulkan mimpi, harapan, tekad, resolusi warga bangsa lintas usia, suku, gender, agama, kelompok ekonomi maupun status sosial.

Setidak-tidaknya tercatat 285 butir impian dan harapan bagi bangsa Indonesia untuk 2085, dan dirangkum menjadi tujuh butir yang dibacakan dua pelajar sekolah dasar di Merauke itu di hadapan Presiden Jokowi.

Masa depan

Bayangkan bahwa tahun 2015 ini pada 2085 akan menjadi masa lalu, dan ketika generasi mendatang membuka kapsul waktu yang ditanam pada 30 Desember 2015 itu apakah akan mengetahui bahwa impian bangsa Indonesia itu telah terwujud?

Kapsul waktu memiliki pengertian sebagai tempat atau tabung berbentuk kapsul yang berisi berbagai informasi. Setidak-tidaknya ada dua jenis kapsul waktu, yakni kapsul waktu yang disengaja adalah kapsul waktu yang hanya dibuka pada waktu yang telah ditetapkan, dan kapsul waktu yang tidak disengaja adalah kapsul waktu yang menyimpan berbagai informasi yang bisa diakses oleh siapa saja di masa depan.

Bayangkan pula, Presiden RI pada 70 mendatang akan membuka kapsul waktu tersebut.

Kapsul waktu merupakan pemersatu Indonesia karena menguntai dan merajut mimpi, harapan, semangat dan tekad baru rakyat Indonesia.

Menurut Nick, seluruh mimpi, harapan, keinginan sekaligus resolusi yang berjumlah 238 itu akan disimpan di Monumen Kapsul Waktu di Merauke.

Mimpi dan harapan yang dikumpulkan dari ujung barat hingga timur itu akan disimpan di ujung timur Indonesia.

"Pada tahun 2085 Kapsul Waktu akan dibuka oleh rakyat dan diharapkan sebagian dari mimpi itu sudah terwujud melalui Gerakan Nasional Ayo Kerja yang dimulai 2015," katanya.

Di belahan dunia lain, kapsul waktu pada 1939 mewarnai kegiatan New Yorks Fair oleh Westinghouse. Kapsul waktu sepanjang 90 inci, diameter 6,5 inci, dan berat 800 pon itu menyimpan buku rekor, mikroskop, buku referensi tahunan, katalog Roebuck, gulungan mikrofilm, dan berbagai dokumen lain. Kapsul waktu itu dikubur sedalam 50 kaki di bawah Flushing Meadows Park dan rencananya dibuka kembali pada 6939.

Kapsul waktu tidak hanya ditanam di bumi. Terdapat kapsul waktu di luar angkasa dan akan kembali ke bumi suatu saat nanti. Dua kapsul waktu bernama Pioneer Plaques dan dua lainnnya bernama Voyager Golden Records.

Di Merauke, Nick Nurachman menjelaskan, setelah mengelilingi 34 provinsi sejak 22 September 2015, sejauh 24.089 kilometer dari Sabang, kapsul waktu itu ditanam secara permanen di Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015--2085 di Merauke, Papua, dan akan dibuka kembali pada 2085.

Menurut salah satu penggagas Ekspedisi Kapsul Waktu, Abdee Negara, impian adalah elemen penting dalam kehidupan kita.

"Agar bisa bekerja dengan semangat tinggi, kita harus memiliki impian yang dikejar. Ini memiliki misi mengumpulkan dan merajut impian bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan menyatukannya sehingga kita memiliki impian bersama yang menjadi penyemangat generasi muda bekerja, berjuang mengejar impian Indonesia," kata Abdee, yang juga gitaris grup musik Slank itu.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Ada kemajuan di penerbangan tapi banyak tantangan

Ada kemajuan di penerbangan tapi banyak tantangan
Dokumentasi awak kabin Citilink sedang melayani pemakai jasa penerbangan mereka di dalam kabin Airbus A320-200 terbaru mereka, di udara Laut Jawa, Senin. Citilink memesan 29 unit A320-200 baru sehingga seluruh armada mereka terdiri dari pesawat terbang baru. (www.antaranews.com/Ade P Marboen)
... mengatasi lonjakan jumlah pemakai jasa penerbangan adalah "memberdayakan" bandar udara militer untuk penerbangan komersial...
Jakarta (ANTARA News) - Ada beberapa kemajuan berhasil dicapai pemerintah dalam menangani dunia penerbangan komersial nasional dalam kurun waktu setahun terakhir, namun sejumlah persoalan penting harus segera di atasi sejak awal 2016. 

Indonesia salah satu negara di dunia yang industri penerbangannya paling berkembang sejak bertahun lalu. Besaran jumlah penduduk, laju pertumbuhan ekonomi dan besaran permintaan, menjadi pendorong penting.  

Setidaknya seperti itu benang merah yang terungkap dalam  Kaleidoskop Penerbangan Indonesia 2015,  di Ruang Adam Malik Kantor Berita ANTARA, di Wisma ANTARA, Jakarta, Rabu (30/12). 

Dialog berlangsung terbuka dan kritis menelaah persoalan, namun juga menawarkan solusi-solusi yang memungkinkan untuk dilaksanakan guna lebih meningkatkan kinerja pelayanan publik khusus di sektor penerbangan komersial.

"Ada beberapa kemajuan dalam penerbangan sipil nasional selama setahun terakhir," kata pengamat penerbangan, Chappy Hakim, mengawali diskusi.

Kemajuan yang bisa dilihat publik adalah sikap tegas pemerintah dalam menegakan aturan penerbangan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mulai terlihat mampu memposisikan diri sebagai regulator.

Selama 10-15 tahun terakhir terkesan bahwa operator terlihat lebih dominan dan cenderung memberi persepsi di masyarakat luas seolah "bebas" bertindak sekehendak sendiri. Regulator banyak dinilai mudah diatur atau didikte operator (maskapai penerbangan).

Dalam setahun terakhir, operator mulai menunjukkan posisinya dalam penegakan aturan peberbangan secara tegas. "Indikasi itu jelas sekali. Maskapai penerbangan yang selama ini terkesan sebagai anak emas mulai tidak nyaman dengan kebijakan yang diambil Kementerian Perhubungan," kata dia.

Kini izin rute penerbangan sudah tidak semudah dulu lagi diperoleh atau diatur-atur sesuai keinginan operator. Izin membangun bandara yang diajukan pihak swasta juga ditolak dengan alasan peraturan keselamatan penerbangan internasional.

Apabila pesawat terbang suatu maskapai kecelakaan, maka dikenakan sanksi. Misalnya, pengembangan rutenya distop atau dihentikan sementara sampai penyelidikan tuntas.

Penegakan disiplin, pengawasan ketat dan tindakan tegas itu memacu kemajuan dunia penerbangan komersial nasional. "Itu membuat dunia penerbangan lebih baik setahun ini," katanya.

Namun pencapaian tersebut belum mampu mengangkat peringkat penerbangan komersial nasional dari kategori 2 Federal Aviation Administration (FAA) yang mengacu kepada regulasi keselamatan penerbangan sipil yang dikeluarkan International Civil Aviation Organization. 

Hal itu berarti Indonesia belum mampu memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan sipil internasional.

Indikasi yang menonjol adalah masih cukup banyak kecelakaan pesawat terbang yang menunjukkan kegagalan mempersiapkan SDM penerbangan dan infrastruktur dalam menyikapi pertumbuhan jumlah penumpang yang mencapai rata-rata 10-15 persen per tahun. 

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, misalnya, bertumbuh jumlah pemakai jasanya hingga tiga kali lipat, yang berakibat waktu tunda penerbangan hingga 10-12 jam. 

Pada waktu dirancang dan dibangun pada 1986, bandar udara dengan rancangan interior sangat Indonesia ini cuma untuk 22-25 juta pemakai jasa penerbangan pertahun. Kini sudah sekitar 66 juta orang setahun.

Ketika terjadi peningkatan pertumbuhan jumlah penumpang, otoritas penerbangan tidak melakukan antisipasi. Padahal pertumbuhan itu sudah bisa diprediksi.

Hakim, putra mantan wartawan Kantor Berita ANTARA, Abdul Hakim, itu menyayangkan, solusi yang ditempuh untuk mengatasi lonjakan jumlah pemakai jasa penerbangan adalah "memberdayakan" bandar udara militer untuk penerbangan komersial. Solusi itu seharusnya dipersiapkan lebih matang agar tak ada pihak yang dirugikan. 

Dia memang sering bersuara berbeda soal penambahan slot penerbangan dari pangkalan udara TNI AU yang terdapat juga bandar udara sipilnya, terkhusus Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Solusinya sangat lamban. Kemudian diselesaikan dengan membuka penerbangan komersial di Halim. Hal itu berpengaruh terhadap penilaian ICAO," katanya dalam diskusi yang dibuka Direktur Utama/Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA, Saiful Hadi, dan menghadirkan pembicara Samudra Sukardi serta Edwin Sudarmo dari CSE Aviation.

Menurut dia, struktur organisasi dan regulasi sudah tertata rapi. Begitu pula regulator mulai menunjukan sikap tegasnya secara konsisten. "Tetapi kita kekurangan tenaga penerbangan. Ini tantangan besar kita tahun depan," katanya.

Seorang peserta diskusi ini menyoroti kebijakan pemerintah terkait penyiapan tenaga penerbangan. Sekolah penerbangan telah dibuka di beberapa daerah. "Namun kurikulumnya berbeda-beda, belum seragam," kata dia.

Hal itu perlu menjadi perhatian serius pemerintah mengingat dalam mempersiapkan tenaga penerbangan sudah ada persoalan sejak awal seseorang masuk dunia penerbangan. Ke depan dengan kesamaan muatan (konten) pendidikan penerbangan diharapkan kesiapan menghadapi persoalan bisa lebih baik lagi.

Sedangkan Sudarmo mengemukakan sejumlah fakta terkait penerbangan nasional pada 2015. Pada Februari para penumpang merusak fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta akibat keterlambatan keberangkatan penerbangan Lion Air. Maskapai penerbangan ini memang telah sering dikeluhkan soal ketepatan waktu keberangkatan. 

Pada April ada penumpang menyelinap masuk roda pendarat pesawat yang terbang dari Riau menuju Jakarta.

Pada Juni terjadi kecelakaan C-130B Hercules TNI AU di Medan yang menewaskan 139 orang, sedangkan pada Juli terjadi kebakaran di Terminal 2F Soekarno-Hatta. Pada Agustus terjadi kecelakaan ATR Trigana di Papua yang menewaskan 54 penumpang.

Dari sisi eksiden dan insiden, pada 2014 terjadi empat kasus meningkat menjadi 14 tahun 2015. Sedangkan dari sisi jumlah penumpang yang menjadi korban juga meningkat dari 162 pada 2014 menjadi 208 tahun 2015.

Lokasi kecelakaan sebagian besar di Papua (36 persen), Sumatera (29), Bali-NTB (14), Jawa, Kalimantan dan Sulawesi masing-masing tujuh persen. Sedangkan fase terbang saat kecelakaan sebagian besar (64 persen) ketika mendarat atau "landing", 29 persen dalam penerbangan dan sisanya (7 persen) saat "take off".

Namun di samping terjadi masalah dan musibah, diakhir 2015 ada yang menggembirakan, yaitu peresmian hanggar 4 GMF dan pengenalan perdana N-219 buatan PT Dirgantara Indonesia. 

Sebagian publik --melalui sebagian media massa-- mengetahui bahwa itu adalah peluncuran keluar hanggar produksi (roll-out) N-219. Roll-out bermakna bahwa prototipe itu telah siap untuk diuji terbang untuk memperoleh sertifikasi.

Sementara itu Sukardi menyoroti keamanan dan kenyamanan bandara di Indonesia.

Untuk peringkat 10 bandara, Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru menempati urutan pertama dengan angka 95 persen. Lima bandara lainnya, yaitu Kualanamu, Aji Sulaiman, I Gusti Ngurah Rai, Hang Nadim dan Djuanda

menempati peringat kedua dengan angka 90 persen.

Sentani peringkat tiga (85 persen), Minangkabau peringkat keempat (80 persen), selanjutnya Sultan Hasanudin Makassar (75 persen) dan Soekarno-Hatta sekitar 60 persen.

Sedangkan untuk "airport safety", delapan bandara mencapai angka 100 persen. Namun Minangkabau dan Hasanudin Makassar baru sekitar 75 persen. Untuk "airport security" delapan bandara mencapai 100 persen, namun Hasanudin Makassar baru 80 persen dan Soekarno-Hatta hanya 20 persen.

Menurut Samudra Sukardi, banyak kesemrawutan yang belum bisa di atasi di bandara, terutama Soekarno-Hatta. "Orang nongkrong, kluyuran, modar-mandir, bikin tak nyaman. Terbang nggak, tapi di bandara kadang mondar-mandir juga. Mungkin cari penumpang atau apa," katanya.

Orang-orang itu mungkin sedang mencari rejeki tapi bikin semrawut di bandara. "Gak jelas apa kerjaan orang-orang itu. Dan itu seperti dibiarkan saja. Tidak bisa di atasi oleh otoritas terkait," kata salah satu putra mantan wartawan Antara Gandhi Sukardi itu.

Pada bagian lain, Samudra menyoroti hadirnya N-219. N-219 akan sangat prospektif jika Merpati masih ada. "Kalau Susi Air mau beli bagus juga," katanya.

Dia mengemukakan, belum ada komitmen lebih serius dari maskapai di dalam negeri untuk menggunakan pesawat produksi anak bangsa sendiri itu. Begitu juga belum ada komitmen dari perbankan nasional terhadap "aircraft industry".

"Bank lebih senang kasih uang untuk membangun perumahan atau kredit kendaraan. Kalau gak bayar bisa disita asetnya," katanya.

Kementerian Perhubungan tampaknya menyadari tantangan beragam dan serius pada manajemen penerbangan nasional. Karena itu, kementerian ini bertekad mengatasinya dengan langkah yang lebih terarah dan konsisten.

Untuk mewujudkannya, program dan alokasi anggaran sudah disiapkan. Dari sisi anggaran, misalnya, Kemenhub pada Tahun Anggaran 2016 memperoleh alokasi sebesar Rp48,465 triliun.

Dari anggaran tersebut akan dialokasi sebesar Rp12,501 triliun atau naik 139,5 persen dari tahun 2015 untuk program peningkatan standar layanan, keselamatan dan keamanan transportasi termasuk penerbangan sesuai standar internasional.

"Layanan, keselamatan dan keamanan kita tingkatkan sesuai standar ICAO, FAA dan Uni Eropa," ungkap Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, dalam Forum Transportasi, di Jakarta, Rabu (16/12).

Dalam kaitan itu, Kemenhub merencanakan modernisasi pelayanan navigasi penerbangan untuk mendukung pelayanan komunikasi, navigasi dan surveillance. Program itu merupakan bagian dari 16 target pencapaian kinerja Kementerian Perhubungan pada 2016.

Target kinerja itu akan diwujudkan melalui empat fokus kerja, yaitu peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, peningkatan kapasitas, peningkatan pelayanan serta tata kelola dan regulasi.

Untuk peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi diwujudkan dengan target penurunan angka kecelakaan. Penurunan angka kecelakaan transportasi jalan hingga 50 persen dari kondisi saat ini dan penurunan rasio kecelakaan transportasi udara menjadi tiga kejadian per sejuta siklus penerbangan. 

Juga penurunan jumlah kejadian kecelakaan transportasi laut lebih kecil dari 50 kejadian per tahun, serta penurunan rasio angka kecelakaan kereta api lebih kecil dari 0, 025 kecelakaan per sejuta kilometer perjalanan kereta api.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sinar Harapan di hari terakhir 2015

Sinar Harapan di hari terakhir 2015
Tim redaksi menyelesaian layout edisi terakhir Harian Sore Sinar Harapan di Redaksi Harian Sore Sinar Harapan, Jakarta, Kamis (31/12). Sinar Harapan yang telah terbit selama 14 tahun itu akan berhenti terbit dalam bentuk cetak ataupun online mulai 1 Januari 2016. ( ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Jakarta (ANTARA News) - Kamis, 31 Desember 2015 merupakan hari terbitnya edisi terakhir koran Sinar Harapan.

Ini bukan kali pertama Sinar Harapan berhenti terbit. Media yang pertama kali hadir pada 27 April 1961 itu ketika berusia 25 tahun atau tahun 1986 diharuskan tutup oleh pemerintah  yang keberatan dengan isi berita Sinar Harapan.

Sinar Harapan pun berhenti terbit dan hingga bertahun-tahun kemudian, tepatnya tahun 2001, harian itu kembali hadir. Sayangnya, kini mereka memutuskan untuk mengakhiri kegiatan mulai 1 Januari 2016.

Aristides Katoppo, salah satu tokoh yang kembali menerbitkan koran ini di bawah naungan PT Sinar Harapan Persada, menulis artikel singkat pada laman sinarharapan.co di penghujung kegiatan mereka dengan judul "Sampai Jumpa Lagi".

Dalam artikel yang diunggah pada Kamis  15.32 WIB itu, pria yang karib disapa Tides tersebut berbagi cerita singkat tentang perjalanan Sinar Harapan serta tanggapannya terkait penutupan koran ini.

"Jelang akhir 2015, sangat disayangkan, di tengah melajunya komersialisme, Sinar Harapan tidak dapat bertahan dan mulai tahun depan berhenti terbit sebagai surat kabar harian yang dicetak sore hari," katanya seperti dikutip pada Kamis sore.

Ia mengakui banyak pihak yang kecewa. Mereka bertanya-tanya masih adakah harapan di balik semua ini. "Sebenarnya, dalam pertanyaan itu tersimpul peluangnya," ujar Tides.

Sementara itu, anggota Dewan Redaksi Kristanto Hartadi dalam artikelnya di situs tersebut menyebutkan bahwa  sejak awal surat kabar mereka selalu kesulitan keuangan.

Kristanto, dalam artikel berjudul "Semangat yang Tak Akan Padam" itu menyebutkan ada konflik internal yang selalu ada namun "yang sedari awal tidak pernah dilakukan ketika akan menerbitkan kembali Sinar Harapan, yakni survei pasar (pembaca, pengiklan, sirkulasi) yang ilmiah untuk mengetahui koran sore memang masih dibutuhkan atau tidak di pasar, bagaimana persaingan dengan sesama surat kabar yang ada (pagi dan sore), maupun dengan media-media lainnya (jumlah stasiun televisi yang terus bertambah, juga perkembangan new media yang sangat pesat mengikuti kemajuan teknologi komputer). "

"Penerbitannya lebih banyak diwarnai semangat masa lalu. Kiranya hal ini jangan terulang," kata Kristanto yang memimpin Sinar Harapan pada 2001-2010.

Salah seorang wartawan Sinar Harapan mengaku sedih dengan kembali vakumnya media yang kerap disingkat SH itu.

Namun, ia optimistis suatu saat nanti koran ini dapat kembali meramaiakan dunia pemberitaan Indonesia dengan kondisi lebih baik.

"Kami yakin orang-orang enggak akan lupa sama Sinar Harapan karena merupakan bagian dari sejarah," kata wartawan yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

"Setelah baca edisi terakhirnya, ternyata banyak sekali apresiasi dan dukungan dari luar sana. Jadi kami berterima kasih dengan semua doa dan dukungan," sambungnya.

Ia mengatakan, Aristides selalu menegaskan bahwa Sinar Harapan akan kembali bersinar, atau dalam istilahnya akan hidup lagi bak kucing bernyawa sembilan.

Mengenai pemenuhan hak para karyawan,wartawan lulusan Sastra Indonesia itu mengatakan gaji selalu diberikan tepat waktu dan tidak pernah ada pemotongan.

"Kami juga telah diberikan pesangon dalam bentuk cek giro, tepatnya pada 30 Desember dan sudah dapat dicairkan," tuturnya lalu mengatakan ingin terus berkarya di dunia jurnalistik.

"Untuk mengikuti perkembangan zaman, saya berminat untuk berkiprah pemberitaan online. Menurut saya koran tidak lagi sepopuler dulu di mata penikmat berita," ucapnya.

Last update :31/12/15 22.26  PM
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2015